• SMP NEGERI 25 KOTA SERANG
  • SMP Negeri 25 Kota Serang Bangkit

Profil Sekolah

SMP Negeri 25 Kota Serang adalah sebuah sekolah yang terletak di perbatasan antara Kota Serang dengan Kabupaten Serang, tepatnya di Kelurahan Sawah Luhur. Lingkungan sekolah ini dikelilingi oleh sawah, empang, dan lautan, menciptakan panorama alam yang indah serta menawarkan potensi besar dalam bidang pertanian dan perikanan. Mayoritas penduduk di Kelurahan Sawah Luhur bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan, sesuai dengan data potensi wilayah tersebut.

SMP Negeri 25 Kota Serang melaksanakan program pembelajaran dengan berpedoman pada Kurikulum Merdeka untuk semua tingkat kelas, yakni Kelas VII, VIII, dan IX. Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SMP Negeri 25 Kota Serang disusun sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. KSP ini dikembangkan dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) yang sudah disusun secara nasional dan merupakan CP Terbaru tahun 2024, kemudian diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang telah disusun. Penyusunan KSP di SMP Negeri 25 Kota Serang mengakomodir kebutuhan para pelajar untuk mengembangkan keterampilan abad 21 yang meliputi integrasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), literasi, 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative), serta pengembangan HOTS (Higher Order Thinking Skill).

Berdasarkan analisis lingkungan sekolah yang dilakukan, SMP Negeri 25 Kota Serang memiliki beberapa kekuatan terkait letaknya yang berada di perbatasan. Di antaranya adalah input siswa yang berasal dari Kota Serang dan Kabupaten Serang, lingkungan perumahan penduduk yang masih alami dan tidak terkontaminasi pergaulan perkotaan, kultur masyarakat yang memiliki tradisi gotong royong, serta ikatan emosional keagamaan yang kuat di antara masyarakat. Hal ini menjamin terpeliharanya kerukunan dan ukhuwah antar sesama.

Namun, SMP Negeri 25 Kota Serang juga menghadapi beberapa kelemahan, seperti sarana pendukung untuk pengembangan potensi dan keterampilan yang terbatas, termasuk tidak adanya lapangan olahraga yang sesuai standar nasional pendidikan dan belum memiliki laboratorium IPA. Selain itu, perpustakaan yang ada kurang representatif, sarana laboratorium komputer tidak memadai, serta sarana prasarana dalam bidang informasi dan teknologi masih terbatas. Ketersediaan air bersih juga masih minim, dan mushola yang ada belum representatif sebagai sarana ibadah warga sekolah. Meskipun demikian, keterbatasan ini tidak mengurangi semangat warga sekolah dalam belajar. Hal ini dibuktikan dengan prestasi yang tetap diperoleh baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

SMP Negeri 25 Kota Serang memiliki fasilitas yang memadai untuk menunjang proses pembelajaran yang optimal. Sekolah ini memiliki 12 ruang kelas yang terbagi menjadi 4 rombongan belajar untuk masing-masing kelas VII, VIII, dan IX. Fasilitas lainnya mencakup 1 ruang kantor tata usaha, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, perpustakaan, mushola, WC untuk siswa dan guru, serta lapangan serbaguna yang sering digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga dan upacara.

Sekolah ini juga dilengkapi dengan fasilitas internet yang memadai dengan kecepatan 50 Mbps, yang mendukung kegiatan pembelajaran dan administrasi kepegawaian sebagai bagian dari upaya mendukung kemajuan teknologi dan informasi. Fasilitas internet yang cepat dan stabil ini memungkinkan akses ke berbagai sumber belajar online, membantu guru dalam menyiapkan materi ajar, serta mempermudah proses administrasi sekolah.

Penyusunan kurikulum di SMP Negeri 25 Kota Serang adalah salah satu bentuk komitmen sekolah untuk mendukung upaya pelayanan pendidikan di daerah perbatasan yang mengikuti perkembangan zaman. Kurikulum ini dirancang agar sesuai dengan kodrat alam dan zaman, mengakomodasi kebutuhan siswa dalam mengembangkan keterampilan abad 21.

Karakteristik satuan pendidikan di SMP Negeri 25 Kota Serang meliputi beberapa aspek penting:

  1. Siswa: Siswa SMP Negeri 25 Kota Serang berasal dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi, terutama dari keluarga petani dan nelayan. Mereka menunjukkan semangat belajar yang tinggi meskipun dengan segala keterbatasan fasilitas yang ada. Kehidupan di daerah perbatasan yang masih alami dan jauh dari pengaruh pergaulan perkotaan membuat siswa lebih tangguh dan mandiri.
  2. Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Guru-guru di SMP Negeri 25 Kota Serang adalah tenaga pendidik muda yang berstatus sebagai Calon Guru Penggerak (CGP). Mereka memiliki semangat yang tinggi untuk terus belajar dan berkembang, serta berkomitmen untuk membawa perubahan positif di sekolah. Kepala sekolah, yang memiliki komitmen tinggi, berperan penting dalam membawa perubahan baik dalam kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) maupun pelayanan di sekolah.
  3. Sosial Budaya: Lingkungan sosial budaya di sekitar sekolah sangat mendukung proses pendidikan. Masyarakat di Kelurahan Sawah Luhur dikenal memiliki tradisi gotong royong yang kuat dan ikatan emosional keagamaan yang erat. Hal ini menciptakan suasana yang harmonis dan mendukung di sekitar sekolah. Dukungan dari orang tua siswa melalui paguyuban orang tua yang solid dan aktif serta kemitraan dengan Puskesmas setempat untuk mewujudkan sekolah sehat, juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan kondusif untuk belajar.
  4. Dukungan Dana: SMP Negeri 25 Kota Serang menerima dukungan dana dari pemerintah berupa BOS Reguler dan BOS Kinerja. Dana ini sangat membantu dalam pengadaan fasilitas dan kebutuhan operasional sekolah, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.
  5. Inisiatif Lingkungan: Sekolah ini juga sudah mewujudkan sekolah Adiwiyata, yang merupakan program untuk menciptakan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Namun, kesehatan lingkungan masih kurang diperhatikan dengan lemahnya pengorganisasian sampah.

Meskipun SMP Negeri 25 Kota Serang memiliki banyak kekuatan, beberapa tantangan masih harus dihadapi:

  1. Kekerasan dan Perundungan: Masih terdapat tindak kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah maupun sekitar tempat tinggal, meskipun jumlahnya relatif sedikit.
  2. Motivasi Belajar: Sebagian kecil siswa menunjukkan motivasi yang kurang dalam proses pembelajaran, mengakibatkan kemalasan untuk belajar.
  3. Penegakan Tata Tertib: Tata tertib yang ada belum menjadi tolak ukur yang kuat dalam perjalanan pendidikan siswa, terutama di luar lingkungan sekolah.
  4. Sarana dan Prasarana: Sarana pendukung untuk pengembangan potensi dan keterampilan masih terbatas. Sekolah belum memiliki lapangan olahraga yang sesuai standar nasional pendidikan dan laboratorium IPA yang memadai. Perpustakaan yang ada kurang representatif, dan sarana laboratorium komputer serta fasilitas teknologi informasi masih terbatas. Ketersediaan air bersih juga masih minim, dan mushola yang ada belum representatif sebagai sarana ibadah warga sekolah.

Dengan berbagai fasilitas yang ada dan dukungan dari semua pihak, SMP Negeri 25 Kota Serang berupaya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan inspiratif bagi seluruh siswa. Upaya ini diharapkan dapat menghasilkan generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter kuat, siap menghadapi tantangan di masa depan.

Halaman Lainnya
Visi dan Misi

. Visi Sekolah Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional serta tujuan pendidikan di tingkat sekolah, SMP Negeri 25 Kota Serang telah menetapkan visi yang jelas dan komprehensif. Visi te

06/08/2024 00:17 - Oleh Admin Operator - Dilihat 1019 kali